Pasoq, Kuliner Mandar Legendaris

Pasoq, orang-orang Mandar menyebut ini untuk penganan berbentuk kerucut, dibungkus daun pisang dari bahan gula aren dan tepung beras, tentu saja dengan rasa yang sangat lezat. Pasoq termasuk dalam golongan kuliner legenda, cukup jarang ditemukan, berbeda dengan kuliner lokal di Sulselbar seperti jalangkote, panada, dan kue lapis yang mungkin akan sering ditemukan dijual di kedai/kios di pasar atau toko kue. 

Pasoq punya bentuk yang unik, kerucut dengan puncak berbentuk lingkaran dan dasar kecil berupa titik. Ia dibungkus dengan daun pisang yang dililitkan sehingga membentuk ruangan, lalu dieratkan dengan potongan lidi dari daun kelapa di bagian atasnya agar gulungan daun pisang tidak lepas. Ruang yang terbentuk ini yang kemudian diisi dengan adonan cair dari bahan tepung beras dan campuran gula aren serta santan kelapa. Gambaran pasoq cukup unik, sangat mudah membedakannya dengan kuliner-kuliner lokal di Sulawesi Barat, ia punya bentuk yang khas dan mudah dikenali. Jika kuliner-kuliner lokal dibariskan di atas meja sajian, maka pasoq akan segera mendapatkan perhatian, hanya kuliner ini yang memiliki bentu kerucut seperti topi ulang tahun yang dibalik. 

Mengapa kuliner ini disebut "Pasoq" kemungkinan karena bentuknya yang memang mirip paku dengan bagian runcing di bawahnya dan lebar pada bagian atasnya. Suku Mandar menyebut paku dengan "pasoq" kemiripan bentuk menjadi alasan penamaan untuk kuliner ini.
kuliner mandar pasoq
Pasoq, kuliner Mandar, Sulawesi Barat yang dibungkus daun pisang berbentuk kerucut (Foto : www.tommuanemandaronline.blogspot.com)
Mengapa pasoq terbilang kuliner legenda? ini karena ia cukup jarang ditemukan, hanya dijual di tempat-tempat tertentu saja di wilayah Sulawesi Barat, itupun jumlahnya sedikit, mungkin hanya akan ditemukan di daerah rumpun suku-suku Mandar. Statusnya kurang lebih sama dengan kuliner Tetuq yang juga cukup jarang ditemukan, namun jika bulan Ramadhan datang maka biasanya Pasoq dan Tetuq muncul dijajakan oleh para penjaja kue di Sulawesi Barat. 

Untuk soal rasa, jangan pernah diragukan, rasanya kurang lebih sama dengan kue lapis berbahan gula aren, dengan konsistensi dan kekenyalan yang hampir sama, tetapi dengan gaya dan bentuk penyajian kemasan yang lebih berbeda dibandingkan dengan kue lapis. Rasanya yang mencolok adalah rasa gurih dari santan serta aroma wangi dari bahan utama gula aren. Kebanyakan kuliner di Sulawesi Barat menggunakan bahan gula aren yang sangat lezat, karena diambil dari pohon aren yang masih menggunakan proses tradisional, hingga menghasilkan gula aren berkualitas tinggi dan derajat manis yang tinggi. Rasa manis ini yang kemudian membuat Pasoq menjadi istimewa, namun tetap dengan rasa yang tidak berlebihan. 

Pertama kali menikmati pasoq, sebaiknya gunakan sebuah sendok kecil untuk mengambil bagian permukaan atasnya, bagian ini biasanya merupakan daerah yang lunak dan sangat lezat ketika pertama disentuh oleh lidah, bagian permukaan atas pasoq, adalah bagian yang terlezat dan paling nikmat, karena ia lebih lunak, sementara bagian kedua adalah pada permukaan bawah yang biasanya akan lebih keras, ini karena proses pematangan Pasoq saat dikukus bagian permukaan bawah berada dekat dengan sumber panas, sehingga ia akan lebih keras, berbeda dengan bagian atasnya yang lebih lunak. Konsistensinya hampir sama dengan permukaan bagian atas Tetuq. Pastikan bagian pasoq semuanya habis tak tersisa, karena jika meninggalkan beberapa bagian, itu sama artinya melewatkan kelezatan yang sesungguhnya. 

Untuk wilayah Sulawesi Barat, Pasoq dapat ditemukan dengan mudah di dua kabupaten yang jadi basis orang-orang Mandar yaitu kabupaten Majene dan kabupaten Polewali Mandar. Di kabupaten Majene Pasoq dijajakan di pasar sentral Majene, di dekat RSUD Majene  sementara untuk wilayah kabupaten Polewali Mandar pasoq dijajakan di pasar Tinambung, pasar Pambusuang dan Pasar sentral Polewali. Jika sampai ke pasar-pasar tradisional, carilah sentra kulinernya, biasanya setiap pasar punya lokasi kuliner tersendiri lalu bertanyalah pada penjaja kue apakah ada pasoq yang ditawarkan. 

Harga yang ditetapkan untuk kuliner pasoq ini tidaklah mahal, hampir sama dengan kuliner-kuliner lokal lainnya yang masih terjangkau dompet para pejalan. Variasi harga berkisar dari Rp 2.000  per pcs hingga Rp 5.000 per satu kemasan daun pisang (isi 4 pcs). 

Kalau pernah mengunjungi Sulawesi Barat dan sampai ke kantong daerah suku Mandar, carilah kuliner ini, Anda tak akan pernah kecewa saat mencicipinya, telah banyak pejalan yang mampir dan merasakan kelezatan kuliner pasoq, dan berkomentar bahwa pasoq memang lezat dan unik, nyaris tak ada bentuk kuliner yang sama dengan ini.

No comments

Powered by Blogger.